Rabu, 11 Januari 2017
Pengertian GPS
Sabtu, 19 November 2016
PEMBUATAN APLIKASI PENGUNCI DESKTOP SEBAGAI PENGAMANAN TAMBAHAN PADA WINDOWS XP
PEMBUATAN APLIKASI PENGUNCI DESKTOP SEBAGAI PENGAMANAN TAMBAHAN PADA WINDOWS XP
Tujuan :
Dengan dihasilkanya sebuah aplikasi pengamanan tambahan pada Windows XP di PT. MJC maka keamanan data user di PT. MJC lebih terjamin.
Rancangan ini berguna bagi perusahaan untuk menyelesaikan kendala atau hambatan yang ditemukan dalam proses pelayanan dan reservasi secara manual. Sistem E-CRM ini disebut Customer Touching Application, pelanggan dapat melayani diri sendiri (self-service), baik dalam hal perubahan data diri, memasukkan saran atau keluhan, melihat detil transaksi, dan kebutuhan lainnya, seperti mengakses informasi mengenai produk yang mereka butuhkan. Aplikasi yang dibuat telah memenuhi keseluruhan tahap dari CRM yang diantaranya yaitu Acquire (menarik pelanggan), Retain (mempertahankan pelanggan) dan Enhance (tahap pengembangan).
Dengan aplikasi e-CRM akan terbentuk sebuah wadah pada website yang menyediakan fasilitas bagi pelanggan untuk menghubungi pihak perusahaan dengan mudah dan dapat juga dijadikan sumber bagi perusahaan untuk mendapatkan masukan dari pelanggan sehingga dapat tercipta hubungan yang baik.
Metode :
Pada dasarnya dalam pembangunan aplikasi pengunci desktop adalah proses yang sederhana yaitu menambah program aplikasi yang dapat membuat desktop terkunci sehingga untuk membuka desktop yang terkunci pemakai diharuskan memasukkan user id dan password.
Tampilan login akan dijalankan saat desktop Windows XP pertama selesai di load, dan secara otomatis akan mengunci desktop sampai user memasukkan login dan password dengan benar.
Tampilan menambah / menghapus user hanya bisa dijalankan dengan login administrator.
Kesimpulan:
Dengan dibangunnya aplikasi pengunci desktop pada Windows XP pada PT. MJC maka keamanan data pada pengguna komputer di PT. MJC lebih terjamin walaupun password login Windows dibuat seragam.
Saran:
Meski dari itu aplikasi ini selalu membutuhkan pengembangan untuk mempermudah pengoprasian dan memperkuat keamanan aplikasi. Mungkin selanjutnya akan dibuat pengoprasian. untuk windows 7 ke atas.
Referensi :
Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 2003.
Bambang Hariyanto, Struktur Data, Penerbit Informatika, Bandung 2000.
Selasa, 18 Oktober 2016
Pelanggaran Privasi Software
Rabu, 28 September 2016
Teknologi Telematika
- Hubungan antara proses yang berjalan
pada mesin yang berbeda
- Pemisahan fungsi berdasarkan ide
layanannya
- Server sebagai provider, client
sebagai konsumen
- File server vendors mengklaim bahwa
mereka pertama menemukan istilah client-server.
- Untuk sharing file melalui jaringan
- Client mengirimkan SQL requests
sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL
dikembalikan.
- Server menggunakan kekuatan proses
yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua
record dikembalikan pada client.
- Client meminta remote procedures yang
terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
- Remote procedures ini mengeksekusi
sebuah grup dari SQL statement
- Hanya satu permintaan / jawaban yang
dibutuhkan untuk melakukan transaksi
- Dikenal sebagai Computer-supported
cooperative working
- Manajemen semi-struktur informasi
seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
- Data diatur sebagai dokumen
- Aplikasi client/server ditulis
sebagai satu set objek komunikasi
- Client objects berkomunikasi dengan
server objects melalui Object Request Broker (ORB)
- Client meminta sebuah method pada
remote object
- World Wide Web adalah aplikasi client
server yang pertama yang digunakan untuk web.
- Client dan servers berkomunikasi
menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.
- Memungkinkan akses basis data yang
besar
- Menaikkan kinerja
- Jika client dan server diletakkan
pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses
aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika
hanya memproses basis data.
- Biaya untuk hardware dapat dikurangi
- Hanya server yang membutuhkan storage
dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
- Biaya komunikasi berkurang
- Aplikasi menyelesaikan bagian operasi
pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis
data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim
melewati jaringan
- Meningkatkan kekonsistenan
- Server dapat menangani pemeriksaan
integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu
tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
- Map ke arsitektur open-system dengan
sangat alami
- Sangat mudah
- Cepat dalam merancang dan
mengaplikasikan
- Skala kecil
- Susah diamankan
- Menyebabkan perubahan terhadap salah
satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua
bagian.
- Tidak memungkinkan adanya re-usable
component dan code.
- Cepat dalam merancang dan
mengaplikasikan
- User Interface. Adalah antar muka
program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
- Manajemen Proses.
- Database. Model ini memisahkan
peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua
lapisan.
- Kurangnya skalabilitas
- Koneksi database dijaga
- Tidak ada keterbaharuan kode
- Tidak ada tingkat menengah untuk
menangani keamanan dan transaksi skala kecil.
- Susah di amankan.
- Lebih mahal.
Selasa, 07 Juni 2016
TUGAS 3 (SOFTSKILL)
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.