Senin, 25 Mei 2015

KONSEP PENDAPATAN

TUGAS 3
1.      Pengertian Konsep Pendapatan !
2.      Metode Perhitungan Pendapatan Nasional !
3.      Masalah-masalah keterbatasan dalam perhitungan PDB !
Jawab :
1.      Pengertian dan konsep Pendapatan Nasional !
Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah
suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang
asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu
tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
3. NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan
(depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus :
NNP = GNP – Penyusutan
4. NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus :
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
5. PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi
oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus :
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
6. DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus :
DI = PI – Pajak langsung

2.      Metode perhitungan Pendapatan nasional !
1.   Pendekatan Pendatan (Income Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan penerimaan (balas jasa) dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa pada kurun waktu satu tahun.
Bentuk balas jasa dari faktor produksi :
Tenaga kerja – upah (gaji) atau wage (w)          
Tanah – sewa atau rent (r)
Modal – bunga atau interest (i)  
Kewirausahaan/pengusaha – laba (keuntungan) atau profit (p)
NI = w + r + i + p 

2.   Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh penge-luaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun.
Pengeluaran yang dijumlahkan meliputi :
-     Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa  untuk memenuhi kebutuhan saat  ini (C)
-     Pengeluaran pemerintah  untuk membayar gaji PNS, membeli pera-latan, perbaikan jalan, pembelian senjata, dll (G)
-     Pengeluaran investasi atau pembentukan modal tetap domestik bruto berupa pembelian alat-alat produksi, bangunan baru, pembangunan jembatan, jaringan irigasi, dll (I)
-     Ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dengan impor (X – M)
PDB = C + G + I + ( X – M) 

3.   Pendekatan Produksi (Production Approach)
Pendapatan  nasional  dihitung dengan  menjumlahkan  nilai  produksi barang dan jasa akhir (barang dan jasa jadi) selama satu tahun.
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk jadi yang dihasilkan suatu negara selama periode tertentu
NI = estraktif  + agraris + industri + niaga + jasa
NI = E + A + I + N + J

3.      Masalah-masalah keterbatasan dalam perhitungan PDB !
Masalah PDB
Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB .
Keterbatasan Perhitungan PDB
PDB tidak memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy” (perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti sektor informal atau sektor illegal seperti penjualan narkoba , dan sektor lain yang sulit tercatat oleh negara tidak masuk dalam perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat undervalued (lebih rendah) dari yang seharusnya . 
PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara 
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu . Untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik . Akan tetapi , kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi . Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran , tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup , tingkat buta huruf , dan lain-lain perlu diperhatikan juga .
PDB tidak mencerminkan pemerataan pendapatan. Nilai PDB suatu negara tidak dapat menunjukan apakah pendapatan nasional tersebut terbagi secara merata diantara penduduknya atau tidak . Bebarapa negara mengalami ketimpangan ekonomi yang besar dengan sebagian kecil penduduk menikmati sebagian besar PDB . Beberapa indikator lain perlu digunakan untuk melengkapi data PDB yang menunjukan ketimpangan yang terjadi, salah satunya adalah Koefisien Gini.

SUMBER :
http://botoykoma.blogspot.com/2011/05/pengertian-dan-konsep-konsep-pendapatan.html

Selasa, 28 April 2015

Faktor Produksi, Pengertian Pasar (Monopoli, Oligopoli, Persaingan Sempurna), Pendapatan Nasional (GNP, Pertumbuhan Ekonomi, Metode Perhitungan)


A.    Faktor-Faktor Produksi

1.      Faktor Produksi Alam
Faktor produksi alam adalah semua kekayaan yang tersedia di alam yang dapat digunakan dalam proses produksi.
Faktor produksi asli terdiri dari berikut ini.
a. Tanah
b. Air
c. Udara
d. Barang tambang

2.      Faktor Produksi Tenaga Kerja (Labour)
Faktor produksi tenaga kerja adalah faktor produksi insani yang secara langsung atua tidak menjalankan kegiatan produksi.
Tenaga kerja dapat dikelompokkan berdasarkan kualitas dan sifat kerjanya.
a. Tenaga kerja menurut kualitas tenaga kerja
1) Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memenuhi keahlian di bidangnya, contohnya dokter dan akuntan.
2) Tenaga kerja terampil yaitu tenaga kerja yang memerlukan kursus atau keahlian di bidang tertentu sehingga terampil di bidangnya, contohnya montir, sopir dan tukang las.
3) Tenaga kerja tidak terdirik dan tidak terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak melalui pendidikan dan latihan, misal tukang sapu.

b. Tenaga kerja menurut sifat kerja
1) Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang menggunakan pikiran rasa dan karsa, misal guru, konsultan dan pengacara.
2) Tenaga kerja jasmani yaitu tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fiisk dalam kegiatan produksi, misalnya pengayuh becak dan kuli pasar.

3.      Faktor Produksi Modal (Capital)
Faktor produksi modal adalah benda-benda hasil produksi yang digunakan untuk proses barang dan jasa lain.
Fungsi faktor produksi modal adalah sebagai penunjang dalam mempercepat atau menambah kemampuan dalam memproduksi. Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, berikutnya didasarkan pemilikan dan berdasarkan sifatnya.
a. Pembagian modal atas dasar sumber
1) Modal sendiri, yaitu modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, misal setoran modal dari pemilik.
2) Modal asing, yaitu modal yang bersumber dari luar perusahaan, misal pinjaman dari bank atau hasil penjualan obligasi.

b. Pembagian modal atau dasar bentuk
1) Modal konkret, yaitu modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi, misal mesin, gedung, mobil dan peralatan.
2) Modal abstrak, yaitu modal yang tidak memiliki bentuk nyata tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan, contoh hak paten, hak merek.

c. Pembagian modal atas dasar pemilikan
1) Modal individu (perorangan), yaitu modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya, misal sewa rumah, bunga tabungan.
2) Modal masyarakat (umum), yaitu modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi misal pelabuhan, pasar, rumah sakit umum.

d. Pembagian modal menurut sifat
1) Modal tetap, yaitu jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang, misal mesin, bangunan pabrik.
2) Modal lancar, yaitu modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi, misal bahan baku.

4.      Faktor Produksi Keahlian (Skill) atau Kewirausahaan
Faktor produksi keahlian (skill) atau kewirausahaan adalah keahlian seorang pengusaha untuk mengelola faktor-faktor produksi secara efektif dan efisien dalam menghasilkan barang dan jasa. Hal-hal pokok yang harus dikuasai pengusaha dalam melakukan kegiatan produksi yaitu sebagai berikut.
a. Planning atau perencanaan
Planning mencakup penetapan tujuan, penyusunan strategi, rencana modal dan biaya, strategi bisnis, visi dan misi, serta kebijakan alternative.
b. Organizing atau pengorganisasian
Mencakup pengelolaan semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan yang meliputi struktur organisasi, spesialisasi kerja, hubungan kerja.

c. Actualing atau Pengarahan
Mencakup pengarhaan dan bimbingan serta motivasi terhadap karyawan dalam menjalankan tugas masing-masing meliputi pengawasan tugas pekerjaan.
d. Controlling atau Pengawasan
Mencakup kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan tujuan perusahaan terhadap pekerjaan masing-masing bagian.

1.      Jelaskan Tentang Pasar Monopoli ?
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu perusahaan saja atau bisa disebut suatu pasar yang penjualnya hanya ada satu dan pembelinya banyak dan menghasilkan barang yang tidak mempunyai pengganti.
Keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan monopoli adalah keuntungan yang melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang sangat tangguh yang dihadapi perusahaan – perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.
1.      Ciri – cirri pasar monopoli
- Tidak mempunyai barang pengganti
Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada di pasar. Atau dengan kata lain tidak terdapat barang mirip (close substitute), contohnya adalah aliran listrik yang berasal dari PLN tidak dapat digantikan dengan lampu minyak, karena listrik bukan hanya digunakan untuk menghidupkan lampu saja tetapi juga untuk menghidupkan televisi, setrika, radio dll

- Tidak dapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri
Maksudnya karena sifatnya monopoli maka pesaing tidak dapat masuk ke dalam pasar tersebut karena barang yang dihasilkan hanya dimiliki oleh perusahaan tersebut saja dan selain itu biasanya dibatasi dengan undang – undang dan bersifat legal.

- Dapat mempengaruhi harga
Karena perusahaan monopoli merupakan satu – satunya penjual di pasar maka penentuan harga dapat dikuasai sepenuhnya, dengan mengendalikan ke atas produksi dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendaki.

v  Promosi iklan kurang diperlukan
Biasanya perusahaan monopoli tidak perlu mempromosikan barangnya dengan iklan karena pembeli akan membeli barang kepada perusahaan tersebut karena tidak ada pilihan.
Faktor – faktor yang menimbulkan monopoli :
1.      Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi
2.      Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya yang dapat dikatan unik dan tifak dimiliki perusahaan lain.
3.      Monopoli wujud dan berkembang melalui undang – undang, yaitu pemerintahan member hak monopoli kepada perusahaan tersebut.
Walaupun perusahaan monopoli menetapkan harga tinggi, jumlah produksi lebih rendah, dan keuntungan lebih besar daripada di dalam pasar persaingan sempurna tetapi pemerintah disamping memberikan hak eksklusif, perintah juga akan menetapkan harga/ tarif penjualan dari barang atau jasa yang disediakan oleh perusahaan tersebut. Dengan cara inilah kepentingan konsumen dapat dilindungi, yaitu para konsumen dapat membeli barang yang dihasilkan perusahaan monopoli pada tingkat harga yang relatif rendah.

2.      Jelaskan tentang pasar Oligopoli ?
Pasar Oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa perusahaan atau penjual yang menjual produk homogen (sejenis). Pasar Oligopoli yang terjadi atas dua perusahaan atau dua penjual saja disebut pasar dupoli.
Ciri-ciri pasar oligopoli sebagai berikut:
- Hanya terjadi beberapa perusahaan.
- Menghasilkan barang homogen dan dan berbeda corak.
- Terdapat hambatan masuk ke dalam pasar sehingga hanya ada sejumlah kecil perusahaan dalam pasar tersebut.
- Perusahaan oligopoli perlu melakukan iklan.
Kelebihan pasar oligopoli sebagai berikut:
- Mengingat dalam oligopoli ada kecenderungan adanya persaingan antar produsen baik dalam harga maupun bukan hal harga, maka jika di antara produsen melakukan persaingan bukan dalam harga (seperti dalam kualitas dan service/ pelayanan) akan ada kecenderungan konsumen untuk mendapatkan mutu produk dan pelayanan secara baik.
- Jika produsen dalam pasar oligopoli melakukan persaingan dalam harga, maka konsumen juga cenderung mendapatkan harga yang stabil atau kalau pun berubah justru cenderung mengalami penurunan.
- Produsen dalam pasar oligopoli umumnya perusahaan besar, sehingga mempunyai dana untuk penelitian dan pengembangan yang cukup.
Sedangkan Kelemahan pasar oligopoli sebagai berikut:
- Dalam pasar oligopoli cenderung terjadi pemborosan penggunaan sumber daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata (AC) minimum, artinya perusahaan sering beroperasi secra tidak efisien.
- Ditinjau dari segi distribusi pendapatan masyarakat, pasar oligopoli sering menimbulkan ketidakadilan.
- Pada pasr oligopoli sering terjadi eksploitasi baik terhadap konsumen maupun pemilik faktor produksi.

3.      Jelaskan Tentang Pasar persaingan sempurna ?
Pasar Persaingan sempurna diartikan sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak, sehingga tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
- Terdapat banyak sekali penjual (perusahaan) dan pembeli.
- Produk-produk homogen (persis sama).
- Bebas keluar masuk pasr.
- Penjual dan pembeli mengetahui kondisi pasr secara sempurna.
- Faktor-faktor produksi bergerak bebas.
- Tidak ada campur tangan pemerintah.
Kelebihan dan kelemahan Pasar Persaingan Sempurna.
Berikut ini adalah Kelebihan pasar persaingan sempurna:
- Pada pasar persaingan sempruna tidak tampak kegiatan saling menyaingi antarpembeli.
- Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga dengan maksud merebut pasar, karena harga pasar adalah suatu yang harus diterima masing-masing produsen.
- Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapa pun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.
- Tidak mungkin mengugah bentuk barang untuk membuat pasar karena adanya homogenitas barang.
- Informasi tentang pasar telah diketahui oleh saingan usaha dan usaha untuk menyaingi perusahaan lainnya juga tidak menghasilkan apa-apa, karena jumlah saingan sangat tidak terbatas.
- Konsumen tidak perlu beradu tegang tentang tawar-menawar harga barang karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun.
Selain mempunyai beberapa kebaikan, pasar persaingan sempurna mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut:
- Tidak mendorong inovasi. Di dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain.
- Membatasi pilihan konsumen, karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahaan adalah seratus persen sama, sehingga membuat konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.
- Distribusi pendapatan yang tidak merata/ tidak seimbang.

Pendapatan Nasional
-          GNP
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
-          Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.
Metode perhitungan Pendapatan Nasional
Perhitungan Pendapatan Nasional
Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
b.    Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p
c.    Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)
Sumber :




Senin, 15 Desember 2014

ORGANISASI YANG BERKEMBANG


NAMA KELOMPOK : AMMAR ANTAAIN IKHROM
                                       RAVRI RAHMA PRADITYA
                                       RUDY HARYANTO
                                       ROF BOYS SAROHA S
                                       YUSUF WIJAYANTO

Bab I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
      Organisasi pada zaman ini yang kita sebut dengan zaman teknologi sangatlah cepat dalam menyambut perkembangan apalagi di dalam bidang teknologi . Chester L. Bernard ( 1938 ) ,mengatakan bahwa organisasi adalah suatu sistem kerjasama dalam kata lain suatu rancangan yang dibuat oleh manusia untuk mencapai suatu tujuan.        Setiap sistem yang dirancang maupun itu digital ataupun berbentuk manual sekalipun perlu dikembangkan demi meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari sebuah wadah yang menopang sistem tersebut . Organisasi berwadahakan manusia jadi manusia sebagai wadah dari organisasi harus dikembangkan dan dimajukan terus Sumber Daya dan teknologi yang berada di dalammnya . Makalah ini dibuat untuk melihat bagaimana organisasi dapat berkembang dan mencapai titik puncak keberhasilan dari kinerja suatu organisasi .
1.2 Permasalahan
      Sebagai salah satu sistem yang dirancang oleh manusia pasti memiliki kelemahan oleh karena itu organisasi yang mencoba untuk berkembang dan mencapat titik keberhasilan tersebut  pasti akan dihadapkan dengan yang namanya permasalahan,bisa jadi berupa kualitas dari sebuah manajemen ataupun kinerja dari individu-individu yang sebagai sumber daya manusia ataupun kesalahan-kesalahan teknis yang terjadi di dalamnya.
       Adapun dalam makalah ini kami akan mencoba untuk menunjukan bahwa semua ini dapat diselesaikan dengan cara-cara yang efektif dan dapat membuat organisasi berkembang jauh lebih pesat lagi, dan kami juga akan memberikan contoh-contoh dan penjelasan-penjelasan penting tentang permasalahan internal dan eksternal yang dapat menghalangi organisasi untuk berkembang. Garis besar  tentang Organisasi Berkembang ( Organization Development ) akan kami bahas pada bab 2.
Bab II.
PEMBAHASAN dan TEORI-TEORI PENDUKUNG
        Pengertian Dasar Organisasi yang berkembang adalah Organisasi yang menuju taraf kemapanan suatu sistem manajemen beserta dengan kemajuan sumber dayanya . Sebagai organisasi yang berkembang orang-orang yang bekerja di dalam manajemen organisasi ini harus berpikir dan mengambil keputusan-keputusan yang efektif untuk perkembangan dari sebuah organisasi . Dalam organisasi pasti terdapat suatu sistem untuk membantu kita dalam mengambil keputusan untuk perkembangan organisasi yaitu Decision Support System yang berguna untuk membantu kita dalam mengambil keputusan di dalam suatu organisasi . Sistem pengambilan keputusan yang berbasis teknologi sistem informasi ini bisa berdampak besar terhadap kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan. Sebelum masuk ke dalam DSS secara lebih jauh lagi mari kita ketahui terlebih dahulu tentang ciri-ciri dan sistem  dari Organisasi yang berkembang.
          Ciri-ciri dari organisasi yang berkembang berupa :
a. Organisasi yang berkembang pasti akan diperhatikan kinerjanya dan perkembangannya oleh masyarakat secara langsung,berbeda dengan organiasasi-organisasi yang sudah suskes yang dalam kata lain masyarakat sudah mengetahui dan memandang organisasi tersebut sebagai organisasi yang hebat, jadi sedikit celah atau hambatan yang dapat dinilai dan dikoreksi oleh masyarakat.
b. Berkembangnya organisasi pasti dapat diselimuti dengan permasalahan,isu-isu,dan berbagai macam gejolak,seperti kasus-kasus,dll. Organisasi yang sudah berhenti berkembang atau dalam kata lain pasti secara alamiahnya akan dapat menaganani masalah-masalah yang dihadapi dengan lebih efektif sehingga masyarakat tidak perlu mengetahui secara luas tentang permasalahan tersebut.
c.Jaringan komunikasi dengan organisasi yang lain masih terbatas dan perlu ditambah lagi.
d.Keuntungan yang didapatkan belum mencapai angka maksimal atau keuntungan maksimum,hal ini tidak berlaku bagi organisasi non-profit,dan berapa besar keuntungannya dapat kita liat di internet melalui Nett Worth ( berartikan kisaran keuntungan yang didapatkan oleh suatu perusahaan).
            Sistem Organisasi yang berkembang:
  1. Sistem Go Public=sistem organisasi yang lebih kepada perusahaan yang memperjual belikan sahamnya melalui pasar saham.
2.Holding Company=menggabungkan perusahaan untuk kegiatan ekonomi.
Dari ciri-ciri diatas kita dapat merangkum struktur dan permasalahan apa saja yang dapat diselesaikan oleh  sebuah organisasi yang berkembang. Organisasi yang berkembang memiliki masalah-masalah yang dapat menghambat perkembangan perusahaan. Dapat dilihat bahwa kekurangan-kekurangan diatas yang berupa kekurangan JarKom,profit,disturbance handling ( penanganan situasi/ masalah ), dan citra di depan masyarakat,menjadi ciri utama dari organisasi yang berkembang.
           Kembali lagi kepada pembuatan keputusan bagi organisasi yang berkembang , dalam pengambilan keputusan ada berbagai macam teori-teori yang berguna sebagai pendukung perkembangan organisasi berikut saya jabarkan teori-teorinya:
a. Teori Neo-Classical
    Teori ini berfokuskan kepada satu inti yaitu perkembangan suatu organisasi yang berintikan kepada kinerja manusianya. Manusia sebagai sumber berkembangnya organisasi. Teori Neo klasik ini sangat bertumpu pada Manpower dan Mass Laborforce ,yang berartikan organisasi  dapat berkembang dari integritas individunya dan kesatuan para penopangnya dalam kata lain pekerja-pekerja secara keseluruhan di dalam organisasi. Dalam kata lain teori Neo klassikal mendukung adanya kesadaran manusia untuk dapat merubah lingkungannya dalam pembahasan ini untuk mengubah sebuah organisasi. Dalam manajemen organisasi yang melakukan bagian dalam mengembangkan sumber daya manusia adalah manajemen personalia. Manajemen personalia sangat berperan penting karena mereka dapat merekrut SDM yang berkualitas,dan menghubungkan individu-individu dari berbagai lingkup manajemen .
b.Teori Classical
      Berfokuskan kepada sistem secara menyeluruh dari suatu organisasi tersebut, jadi perkembangan suatu organisasi perlu didiskuksikan secara birokrasi dan melingkupi semua anggota organisasi. Teori ini juga berfikuskan kepada administrasi dari sebuah organiasasi yanng mengaturkan tahapan perubahan organisasi bukan hanya dari sudut pandang manusia saja akan tetapi dari bagian sistem juga.
       Jadi kedua teori yanng diatas inilah yanng mendukung perkembangan suatu  organisasi, berkembang melalui manusia beserta dengan kemajuan sistem. Dibawah ini akan dijabarkan cara-cara untuk memajukan organisasi.
1.Organiasasi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kretivitas dan kinerja dari individu-individunya,kita dapat menggunakan Office Automation untuk meningkatkan organisasi dengan office automation pekerja yang bekerja dalam suatu organisasi kinerjanya dapat meningkat dengan adanya bantuan alat-alat teknologi modern yang membuat para pekerja tidak bosan untuk bekerja dan lebih efisien dalam bekerja.
2.Penggunaan Decision Support System, jika DSS digunakan dengan benar maka sistem perushaan akan menjadi lebih baik lagi dan berkembang secara pesat dikarenakan DSS menyelesaikan masalah organisasi dengan lebih cepat menggunakan program yang dirancang oleh programmer yang diterapkan did dalam sistem, lebih terstruktur,lebih menghemat biaya,waktu dan uang. Dengan melakukan penanganan kedua ini sistem akan lebih terjaga dan manajemen dapat mengambil keputusan-keputusan yang benar dalam menentukan arah organisasi.
3.Menguatkan Basis Data dalam suatu organisasi merupakan hal yang penting,organisasi akan kuat jika tempat menyimpan data-data yang diperlukan pun terintegrasi satu dengan yang lainnya atau sub-sistem berhubungan dengan sistem inti.
4.Mengadakan Training untuk meningkatkan kualitas individu dalam organisasi,selain training bisa juga mengadakan seminar.
5.Memperluas jaringan komunikasi atau bisa diartikan bagi organisasi yang ingin mendapatkan profit sebagai menambahkan rekan kerja .
6.Memperkuat sistem Final Report dalam setiap bulan sebagai review dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh setiap bagian manajemen dalam suatu organisasi.
Bab III.
KESIMPULAN
Organisasi yang berkembang harus tetap memperhatikan konsistensi dari SDM dan sistem itu sendiri.Dari pembahasan diatas sudah dijabarkan bagaimana cara-cara untuk mengembangakan suatu organisasi dan kita sudah mengetahui bahwa organisasi dapat berkembang bila ada hubungan yang erat antara individu,manajemen,sistem.
Jadi Organisasi berkembang juga tergantung kepada manusianya itu sendiri dikarenakan manusia yang membuat suatu aturan atau sistem dalam organisasi ,manusia juga dapat mengembangkannya dengan menyadari kelemahan-kelemahan organisasi dan dengan menerapkan prnsip-prinsip keterkaitan antar manajemen di dalam suatu organisasi.


Senin, 03 November 2014

Tugas 2 (Teori Organisasi Umum)

Soal :
1.      Pengertian Konflik, Sumber-sumber dan Jenis-jenis ?
2.      Strategi Penyelesaian Konflik ?
3.      Pengertian Komunikasi, hambatan dan unsur komunikasi?
4.      Pengertian koordinasi yang efektif?

Jawab :
1.      Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Sumber-Sumber Konflik

Menurut Anoraga Suatu Konflik bersumber dari :
1.      Perbedaan Pendapat
terjadi karena pebedaan pendapat dimana masing-masing pihak merasa dirinya benar, tidak ada yang mau
mengakui kesalahan, dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak, ketegangan dan sebagainya.
2.      Salah Paham
Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain.
3.      Ada Pihak yang dirugikan
Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak, kurang senang atau bahkan membenci.
4.      Perasaan Sensitif
Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain.

            Sedangkan Handoko berpendapat bahwa konflik bersumber dari :
1.      Komunikasi
salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan
tidak lengkap, serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2.      Struktur
pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber-sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3.      Pribadi
Ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi.

Berbeda dengan Mangkunegara bahwa penyebab konflik dalam organisasi adalah:
1.      Koordinasi kerja yang tidak dilakukan.
2.      Ketergantungan dalam pelaksanaan tugas.
3.      Tugas yang tidak jelas (tidak ada diskripsi jabatan).
4.      Perbedaan dalam orientasi kerja.
5.      Perbedaan dalam memahami tujuan organisasi.
6.      Perbedaan persepsi.
7.      Sistem kompetensi intensif (reward).
8.      Strategi permotivasi yang tidak tepat.

Jenis-jenis Konflik Organisasi
1.      Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
2.      Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
3.      Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
4.      Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
5.      Konflik antar atau tidak antar agama
6.      Konflik antar politik.
7.      konflik individu dengan kelompok


2.      Strategi Penyelesaian Konflik
1.      Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya.
2.      Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain.
3.      Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda.
4.      Kompromi atau Negosisasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
5.      Memecahkan masalah atau kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.

3.      Pengertian Komunikasi
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication).

Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain.

Unsur-unsur komunikasi dalam organisasi
Ada 5 unsur yang terkandung dalam komunikasi:
1.      Komunikator (communicator) yaitu memberi berita,dalam hal ini adalah orang yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.
2.      Menyampaikan Informasi atau berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan,mengirim ataupun menyiarkan.
3.      Berita-berita ( Message ) yang disampaikan dapat dalam bentuk perintah,laporan atau saran.
4.      Komunikan (communicate) yaitu orang yang dituju, pihak penjawab atau para pengunjung yang menerima informasi atau berita.
5.      Reaksi atau tanggapan (respon) yaitu dalam bentuk tanggapan atau reaksi.

Hambatan Komunikasi dalam Organisasi:
Berikut ini beberapa hambatan dalam berkomunikasi secara efektif:
1.      Filtering, yaitu pengirim pesan memanipulasi informasi sehingga informasi tersebut seakan-akan terlihat menguntungkan.
2.      Selective perception, yaitu penerima pesan dalam proses komunikasi secara selektif melihat dan mendengar pesan tersebut berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, dan berbagai karakteristik pribadinya.
3.      Information overload, yaitu informasi yang kita terima melebihi kapasitas kita dalam memproses/mengolah informasi tersebut.
4.      Emotions, yaitu interpretasi yang berbeda terhadap informasi saat kita sedang sedih dengan saat kita merasa senang.
5.      Language atau bahasa, yaitu ketidakpahaman terhadap bahasa atau istilah-istilah tertentu antara satu orang dengan yang lain.
6.      Silence, yaitu tidak adanya komunikasi
7.      Communcation apprehention, yaitu ketakutan/kecemasan seseorang untuk berkomunikasi
8.      Lying, atau berbohong.

4.      Pengertian Koordinasi yang efektif.
Koordinasi didefinisikan sebagai proses pengintegrasian (penyatuan) tujuan dan kegiatan perusahaan pada satuan yang terpisah dalam suatuorganisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

Pedoman Koordinasi :

1. Koordinasi harus terpusat, sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergeraksendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian, ingatbahwa organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya kebutuhan dankeinginan berbeda.
2. Koordinasi harus terpadu,keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi.
3. Koordinasi harus berkesinambungan,yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung, selalu terjadi, selaludiusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.
4. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional, dengan wujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain

PENDEKATAN KOORDINASI YANG EFEKTIF

Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif. Koordinasi secara langsung tergantung pada perolehan, penyebaran dan pemrosesan informasi. Semakin besar ketidakpastian tugas yang dikoordinasi, semakin membutuhkan informasi. Pada dasarnya koordinasi merupakan pemrosesan informasi.


SUMBER :

http://prisiliarahma.blog.com/2011/10/26/pentingnya-koordinasi-dalam-organisasi/